Subscribe:

Text Widget

Ads 468x60px

Sample Text

Recent Posts

Definition List

Unordered List

Ordered List

Mahasiswa dan Mahasiswi Tertua di Dunia

Mahasiswa Tertua di Dunia
Ditulis oleh NTD - NEWS Jumat, 05 November 2010 08:35 Copas :Minggu, 16 Juni 2013. 13:04 

Pada usianya ke-100, Bholaram Das adalah mahasiswa tertua di dunia yang terdaftar dalam program doktor di negara bagian Assam, India. Das merayakan ulang tahun ke-100 pada hari Sabtu. Dia terdaftar di Universitas Guwahati tahun 2008, untuk program doktor pada usia 98. [Bholaram Das, Mahasiswa berusia 100 Tahun]: "Anak saya telah mendorong saya dalam segala hal, terutama putra ketiga saya, yang juga doktor .Dia yang sangat mendorong serta membantu tesis saya juga." Semangat dan gairah untuk belajar di usianya, telah menginspirasi banyak orang, termasuk keluarganya. [Abhinav Das, Cucu Bholaram]: "Semua orang sangat terkesan melihat semangatnya untuk belajar. Orang-orang tahu bahwa belajar itu sulit, tetapi sekali Anda mendapat pengakuan dan menyelesaikan studi, ini membuat semua kerja keras menjadi berharga." Topik penelitian Das adalah peran desa kelahirannya, Bohori, dalam penyebaran cabang agaima Hindu. Das, dulunya seorang pejuang kemerdekaan yang pernah dipenjara tahun 1930, serta pernah menjalani profesi sebagai guru, pengacara dan hakim.
http://erabaru.net/ntdtv-videos/91-ntd-news/19395-mahasiswa-tertua-di-dunia www.cinta-syamsudin.blogspot.com "Terimakasih Atas Kunjungannya, Semoga Anda Banyak Rezeki, Banyak Anak, Dan Masuk Surga. SALAM CINTA"

Mahasiswa Tertua di Dunia, Pria Usia 99 Tahun Baru Diwisuda Seorang pria asal Oregon drop out dari kuliah pada 1932 selama masa Depresi Besar melanda Amerika Serikat. Kini ia telah meraih gelar perguruan tinggi saat dirinya telah berusia 99 tahun. "Hanya butuh 80 tahun untuk menyelesaikannya," canda Leo Plass dalam sebuah wawancara dengan Reuters. Atas desakan keponakannya, pihak Universitas Eastern Oregon, sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Eastern Oregon Normal, meneliti transkrip nilai Plass dan menyadari bahwa berdasarkan aturan yang telah diperbaharui, ia memenuhi syarat untuk meraih gelar dalam bidang studi umum. Plass, yang drop out dari perguruan tinggi untuk bekerja di usaha penebangan kayu, jelas merasa senang dan bangga. "Man, itu adalah sesuatu yang lain," ujarnya saat ditanya perasaannya ketika diwisuda dan menerima standing ovation dari para wisudawan lain dan undangan. Kampus Oregon telah berkembang sejak Plass mulai kuliah pada 1930-an. "Mereka membawa saya mengelilingi seluruh kampus dengan mobil golf. Man, kampusnya benar-benar telah berubah," ujarnya. Leo Plass, warga Redmond, Oregon, yang akan genap berusia 100 tahun pada tanggal 3 Agustus mendatang, mengaku tidak memiliki rencana untuk memiliki karir lain dengan gelar barunya.
Sumber: http://www.wartanews.com/read/Internasional/18952eb8-a929-84ac-a901-fec32b845874/Pria-Usia-99-Tahun-Diwisuda#.TfoZXWjJiV8;facebook http://cinta-syamsudin.blogspot.com/2011/06/mahasiswa-tertua-di-dunia-usia-99-tahun.html 


Sabtu, Juni 15, 2013 1:37:51 PM - Minggu, 16 Juni 2013. 15.43
Turner (94 Tahun), Mahasiswa Tertua di Dunia 

 Pepatah "tak ada kata terlambat untuk belajar", benar-benar diterapkan oleh Phyliss Turner, 94 tahun, wanita Australia. Ia minta agar namanya dicatat dalam Guiness Book of World Records sebagai mahasiswa tertua di dunia. 

Turner meraih gelar sarjana S1 bidang Antropologi di Adelaide University, setelah berhenti sekolah, 82 tahun lalu. Turner sudah dikaruniai cicit, saat di usia 90 tahun memulai kuliahnya lagi. "Saya tidak merasa tua, dan saya akan melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi," katanya kepada wartawan. "Namun, saya ingin orang lain mengetahui keberadaan saya ini," katanya, seperti dikutip DPA. Mahasiswa dan Mahasiswi Tertua Sedunia Minggu,16 Juni 2013. 13.54 Ada pepatah orang Indonesia, belajar itu dari buaian di kandungan hingga liang lahat. Namun angka buta huruf tidak pernah terhapus dari sejarah republik ini. Apalagi menemukan kakek atau nenek yang masih mau belajar hingga mendapatkan gelar sarjana, mustahil rasanya. Namun pepatah orang Indonesia malah dipegagang penduduk AS. Seorang kakek bernama Leo Plass, pria asal Redmond, Oregon, Amerika Serikat berhasil meraih gelar sarjana dari Eastern Oregon University, La Grande, pada 11 Juni lalu dalam usia 99 tahun. Prestasi Leo Plass sekaligus meruntuhkan rekor manusia tertua, yang berhasil meraih gelar sarjana yang disandang oleh Nola Ochs. Nola berhasil meraih gelar sarjana dari Gubernur Kathleen Sebelius, Fort Hays State, 77 tahun kemudian setelah dia masuk tahun pertama kuliah pada 1930. Saat meraih gelar sarjana, Nola Ochs berusia 95 tahun.

Atas desakan kemenakan pria itu, Eastern Oregon University yang dulu bernama Eastern Oregon Normal School memeriksa karya tulis Plass. Berdasarkan ketentuan yang diperbarui, Plass dinyatakan memenuhi syarat untuk meraih gelar setingkat sarjana. Leo Plass meninggalkan bangku kuliah pada tahun 1930-an. Pada 79 tahun kemudian, Plass kembali ke kampus yang telah berubah banyak sejak dia tinggalkan terakhir, untuk meraih gelar sarjana.

Warga Redmond, Oregon, yang akan berusia 100 tahun pada 3 Agustus 2011 ini mengaku tidak memiliki keinginan atau rencana khusus untuk meniti karier lain dengan gelar barunya tersebut. Ia mengatakan tak menyesal karena meninggalkan perguruan tinggi untuk bekerja. Setelah keluar dari bangku kuliah, Leo Plass kemudian bekerja di sebuah pabrik mantel dan mendapat uang dua kali lipat dari uang kuliah dari pemerintah, 400 dollar, pada masa itu. Dia terlena dengan gaji besarnya dan benar-benar meninggalkan bangku kuliah satu semester sebelum lulus.

Nenek satu ini dengan 4 anak 13 cucu dan 15 cicit satu ini dikenang bukan karena kehebatannya melainkan kegigihannya. Adalah Nola Hill Ochs masuk ke dalam menjadi mahasiswi sarjana tertua pada usia 95 tahun. Mbah putri Nola dilahirkan oleh pasangan Olly Hill dan Ethel Hill pada 22 November 1911, tumbuh besar di lingkungan peternakan di Ainsworth, Nebraska. Waktu remaja setiap hari diberi tugas mengumpulkan sekeranjang tongkol jagung untuk pemanas dan memasak. Orangtuanya mendidik Nola supaya rajin, jujur, dan rapi. Salah satu yang masih diingat nenek Nola saat umur 6 tahun, turun ke kota naik kereta mengantar ayahnya mendaftarkan diri sebagai sukarelawan mobilisasi umum Amerika Serikat dalam Perang Dunia I. Hal tersebut mengajarkan dalam dirinya terhadap kewajiban dan patriotisme.

Di tahun 1927 keluarga Hill pindah ke peternakan dekat Dodge City, Kansas. Nola tinggal dengan keluarga yang berdiam di kota dan lulus dari Dodge City High Scholl pada 1929. Mengikuti jejak ibunya, Nola lulus ujian mengajar dan menjadi guru di sekolah Hodgeman County selama 4 tahun sebelum akhirnya menikah dengan Vernon Ochs. Di era 30-an, 40-an, dan 50-an, tidak wanita bekerja di luar rumah, kenang mbah Nola. Di era resesi dunia dekade 30-an, untuk bertahan hidup dia harus memerah susu 9 ekor sapi tiap hari dan disibukkan dengan 4 orang anaknya. Sampai suatu ketika suaminya meninggal tahun 1972, Nola berkeinginana untuk keluar dan terlibat lebih intens dengan publik. Menurutnya kuliah merupakan sesuatu yang menyenangkan untuk dikerjakan. Janda tua itu akhirnya mendaftar kuliah di Dodge City Community College, Dodge City, Kansas pada tahun 1978 pada umur 68 tahun. Setiap tahun, nenek Nola mengambil satu atau dua kelas.

Pada tahun 1988, salah seorang profesor Nola menyampaikan bahwa jika dia selesaikan pelajaran aljabar, dia akan punya cukup kredit untuk meraih sarjana muda. Tetapi nenek Nola tidak malu atau berhenti sampai sarjana muda saja. Dia melanjutkan studinya ke Fort Hays State University dengan keinginan untuk mendapatkan gelar sarjana penuh. Jarak dari rumahnya ke FHSU di Fort Hays, Kansas, sekitar 110 miles. Kemudian pada 2004 nenek Nola berkirim email ke penasihat akademik Fort Hays State University hendak mentransfer kredit kuliahnya dari Dodge City Community College. Dia juga menyebutkan bahwa dia dulu pernah kursus korespondensi di situ saat tempat tersebut masih bernama Kansas State College. Penasihat akademik itu mencari berkas file dan mengecek transkripnya dan bingung membaca tanggal kursus korepondensi Nola Ochs tahun 1930 dan terkejut melihat tanggal lahirnya 1911.

Pada musim gugur 2005 mengepak komputer, baju dan bukunya, pindah ke asrama kampus FHSU, untuk menyelesaikan studinya guna mendapat gelar sarjana penuh di studi umum sejarah. Dia menjadi mahasiswi pada usia 94 tahun. Dia kuliah satu kelas dengan cucunya yang berusia 21 tahun. Berjalan di kampus dengan rambut putih dan keriput, nenek Nola menjadi sangat populer di kampus. Teman kelas memberi dia kejutan ketika berultah yang ke 95. Selama kuliah dua semester, nenek Nola mendapat IPK 3,7 dan menyelesaikan lebih dari 100 paper dan esai. Profesornya memberi nila A plus terhadap salah satu paper Nola dan menjadikannya sebagai contoh bagaimana membuat paper yang baik. Pada saat wisuda sarjana 14 Mei 2007, hadir 35 anggota keluarga nenek Nola dengan kaos bertuliskan “Nola’s #1 Fan”. Ijazah sarjana Nola Ochs langsung diberikan oleh Gubernur Kansas, Kathleen Sebelius.

Jauh sebelum Nola Ochs berhasil menyabet gelar sebagai manusia peraih gelar sarjana tertua sejagat, gelar tersebut telah diraih oleh Allan Stewart yang berasal dari Australia. Allan yang lahir pada 7 Maret 1915 ini berhasil meraih gelar sarjana hukum dari University of New England, New South Wales, Australia, pada usia 91 tahun 214 hari.

http://cakidur.wordpress.com/2011/06/18/mahasiswa-dan-mahasiswi-tertua-sedunia/


10 Mahasiswa Tertua Peraih Gelar Sarjana 
 Minggu, 16 Juni 2013. 14.09 Posted by : Ronny Dee on :Tuesday, June 4, 2013 0 comments

Umur ternyata hanyalah angka belaka bagi orang-orang tua di bawah ini. Kendati sudah gaek alias sudah tua banget tapi semangat belajar mereka tetap tinggi dan tidak kalah dengan mahasiswa yang jauh lebih muda dan bugar dari mereka. Orang- orang tua ini mampu membuktikan diri mereka tidak hanya bisa meraih gelar S1 tapi juga gelar master bahkan doktor. Para lulusan perguruan tinggi ini mampu meraih gelar master mereka hingga akhir usia 90-an bahkan lebih, dan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat setelah lulus. So, kawula muda, jangan kalah ama kakek-kakek dan nenek-nenek master dan doktor di bawah ini :)

Nola Ochs: Pada usia 95 tahun, Nola Ochs lulus dengan gelar sarjana di samping cucunya yang berusia 22 tahun itu. Nenek ini menyelesaikan kuliahnya 77 tahun kemudian setelah ia mengambil kelas pertamanya pada tahun 1930. Saat ini ia berusia 102 tahun. Ia telah meraih penghargaan tertinggi sebagai lulusan tertua dengan master dalam studi liberal dengan konsentrasi sejarah. Dia saat ini menjadi asisten pengajar pascasarjana di Fort Hays State University (FHSU) di Hays, Kansas.

Chao-Mu he: Dikenal teman-teman sekelasnya sebagai "Kakek Chao," Chao-Mu adalah pemegang rekor untuk lulusan tertua perguruan tinggi di dunia saat Nola Ochs sedang mengejara gelar master. Ia meraih gelar master di bidang filsafat dari Universitas Nanhua di Taiwan selatan. Mu-he melanjutkan kuliah setelah dia diberitahu bahwa dia sudah terlalu tua untuk melanjutkan pekerjaan sebagai relawan di rumah sakit setempat, berharap untuk melakukan sesuatu yang lebih dalam hidupnya daripada sekedar bermain mahjong atau menekuni hobi.

Hazel Soares: Pada usia 94 tahun, Hazel Soares akhirnya punya cukup waktu untuk menyelesaikan kuliahnya. Dia mengatakan hal itu memakan waktu yang lama karena dia memiliki kehidupan yang sibuk, dengan 6 anak-anak dan lebih dari 40 cucu dan cicit. Soares dengan umur yang panjang dan kondisi yang baik dia mampu menyelesaikan sekolah- menyetir, pergi ke dokter hanya sekali dalam tiga tahun untuk pemeriksaan, dan tidak mengambil obat resep.

Phyllis Turner: Phyllis Turner dari Australia menyelesaikan gelar master pada usia 94, dan pada saat itu, adalah penerima gelar master tertua di dunia - dia memperoleh gelar dalam ilmu kedokteran. Dia berhenti sekolah pada usia 12 tahun untuk membantu ibunya setelah mereka ditinggalkan oleh ayah mereka, dan kemudian melanjutkan untuk membesarkan tujuh anak dan dua anak tiri. Turner menyelesaikan pendidikan sekolah dasarnya dengan belajar di malam hari, dan terdaftar di perguruan tinggi pada usia 70.

Pendeta Edgar Dowse: Pendeta Edgar Dowse adalah seorang pendeta pensiunan 88 tahun di Inggris ketika dia mulai studi doktoralnya. Dia sudah memiliki enam gelar, tetapi merasa perlu untuk belajar setelah menjadi duda. Ia menyelesaikan gelar pada usia 93 tahun dan 268 hari, membuatnya Ph.D. tertua di dunia.

Myrtle Shannon: Myrtle Shannon berumur 91 tahun ketika ia lulus dari Roosevelt University dengan gelar Bachelor of Arts dalam Sejarah. Mendapatkan gelar penting baginya, ia terdorong oleh kakeknya yang mantan budak yang memotivasinya untuk mendapatkan pendidikan setinggi mungkin.

Mozelle Richardson: Pada saat berumur 90 tahun dan 103 hari, Mozelle Richardson, dia lulus sebagai sarjana tertua. Dia menyelesaikan gelar Bachelor of Arts di bidang Jurnalisme dari Universitas Oklahoma pada Mei 2004.

Richard Campbell: Mr Campbell memperoleh gelar sarjana pada usia 82 di University of Nevada, Reno, tapi prestasi ini tampaknya kecil jika dibandingkan dengan sisa hidupnya. Dia adalah seorang veteran Perang Dunia II, dan bisa masuk sekolah hukum tanpa menyelesaikan kuliah. Dia membuka praktek hukum sampai ia harus pensiun karena serangan jantung, tetapi ingin tetap aktif - sehingga ia mendaftar di perguruan tinggi untuk menyelesaikan gelar sarjana. Mr Campbell adalah aset di kelas, membawa pengetahuan dan kedewasaan, dan bahkan dapat menggunakan ponsel dan mengambil kelas online.

Herbert Baum: Pada usia 79 tahun, Herbert Baum kembali untuk menyelesaikan doktor di University of Chicago. Dia meninggalkan kuliah tahun 1951 dengan gelar master, dan hanya disertasi singkat untuk mendapatkan gelar doktor. Dia kembali karena dia selalu merasa ada sesuatu yang belum selesai dengan tidak mendapatkan gelar. Ia menerbitkan sebuah buku, "The Quest for the Perfect Strawberry," yang dikirim ke anggota komite disertasi. Buku ini memenuhi syarat sebagai disertasi lengkap, dan Baum diundang untuk berpartisipasi dalam sebuah seminar dan melengkapi persyaratan untuk doktor.

Shirley Smith: Setelah mengambil istirahat 60 tahun dari sekolah, Shirley Smith kembali untuk lulus dari Iowa State University. Dia adalah ibu dari 7 anak, nenek 9 cucu dan nenek buyut dari 4 cicit. Rencana pasca-kelulusan nya termasuk membaca 500 buku yang ia dapatkan saat bekerja di sebuah toko buku bekas.
http://inspirazio.blogspot.com/2013/06/10-mahasiswa-tertua-peraih-gelar-sarjana.html

Mahasiswa S1 Tertua Di Dunia 
Minggu, 16 Juni 2013. 14.130 EmailShare • Share by Email

Umur tidak menjadi hambatan bagi lelaki satu ini,di umurnya yang ke 98 tidak melunturkan semangat Mulawarman untuk tetap kuliah,meskipun dia terbilang tua tetapi Mulawarman masih sangat antusias mengikuti kuliah di salah satu Universitas di Jepang,Osaka. Saat ini Mulawarman kuliah dengan bantuan beasisiwa yang ada di Universitas Gakuin,awalnya lelaki yang hampir berumur satu abad ini menginginkan kuliah dengan jurusan sejarah politik internasional namun akhirnya dia lulus di jurusan hukum internasional.Mulawarman setidaknya harus berangkat kuliah sebanyak dua kali dalam sepekan yang dia tempuh dengan kereta api. Salah satu alasan yang menyebabkan Mulawarman terlambat kuliah adalah gempa yang terjadi tahun 1923 dan juga perang pasifik yang pada waktu itu melumpuhkan banyak infrastruktur,namun karena semangat besar yang dimiliki oleh Mulawarman akhirnya dia memutuskan untuk kembali kuliah meskipun dalam kondisi fisik dan umur yang sudah tua. Mulawarman selalu fokus pada setiap mata kuliah yang di programnya bahkan untuk menjaga kenyamanan pada tubuhnya lelaki tua ini menaruh bantal diatas kursinya untuk memudahkan dia berkonsetrasi menerima setiap penjelasan dari dosennya.

http://www.beritaunik99.com/mahasiswa-s1-tertua-di-dunia/
Sumber : hxxp://aceh.tribunnews.com - See more at: http://www.beritaunik99.com/mahasiswa-s1-tertua-di-dunia/#sthash.FQgh5Me5.dpuf

0 komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates Ashley Tisdale