Subscribe:

Text Widget

Ads 468x60px

Sample Text

Recent Posts

Definition List

Unordered List

Ordered List

Kamis, 04 Desember 2014

Awas, Olahraga Berlebihan Buruk Bagi Jantung



Awas, Olahraga Berlebihan Buruk Bagi Jantung
Jumat, 16 Mei 2014 | 11:05 WIB
Dibaca: 11041
Komentar: 0

Share:Shutterstock
Ilustrasi




TERKAIT:

KOMPAS.com - Mereka yang sedang berusaha membangun otot atau menurunkan berat badan biasanya akan berusaha berolahraga sesering mungkin dan selama mungkin. Tetapi, waspadalah karena olahraga berlebihan ternyata buruk bagi jantung.

Para peneliti dari Jerman menemukan, melakukan olahraga dengan intensitas tinggi terlalu sering bisa meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung atau stroke, terutama pada mereka yang sebelumnya sudah menderita penyakit jantung.

Selain itu, studi lain yang dilakukan tim dari Swedia juga menyebutkan bahwa pria muda yang melakukan olahraga ketahanan lebih dari 5 jam setiap minggu memiliki risiko peningkatan gangguan irama jantung di kemudian hari.

Pria muda yang melakukan lari maraton juga beresiko tinggi menggunakan alat pacu jantung di kemudian hari. Studi terhadap mencit menunjukkan, terjadi perubahan mikroskopik dalam tubuh saat kita melakukan olahraga ekstrem. Latihan seperti ini akan mengganggu proses listrik denyut jantung sehingga irama jantung terganggu.

Kedua penelitian tersebut menggarisbawahi bahwa olahraga lebih banyak tidak berarti lebih baik. Studi tersebut juga menegaskan efek intensitas dan durasi olahraga yang berbeda pada tiap tahapan usia.

Kedua studi tersebut juga masing-masing melibatkan ribuan responden dan dilakukan dalam jangka panjang.

"Agar bermanfaat maksimal bagi jantung, olahraga sebaiknya dilakukan dalam dosis sedang. Manfaatnya justru hilang jika dilakukan dalam intensitas tinggi dan terlalu berat," kata Dr.Liuis Mont dari Spanyol.

Meski demikian, ia menyebutkan bahwa tidak semua latihan olahraga berbahaya untuk kesehatan jangka panjang. Apalagi, tidak berolahraga sama sekali justru berdampak lebih buruk.

"Manfaat olahraga tidak perlu dipertanyakan, malah harus didorong agar tiap orang melakukannya," katanya.

http://health.kompas.com/read/2014/05/16/1105231/Awas.Olahraga.Berlebihan.Buruk.Bagi.Jantung

Rabu, 03 Desember 2014

Menguasai Lebih dari Satu Bahasa Bisa Mengasah Otak

Menguasai Lebih dari Satu Bahasa Bisa Mengasah Otak 

 Penulis : Dian Maharani | Selasa, 18 November 2014 | 11:05 WIB Dibaca: 3577 Komentar: 1 | Share: Shutterstock Ilustrasi
 TERKAIT: .
.Bilingual Sebelum Usia 2 Tahun Picu Gangguan Bicara 
.Bayi Belajar Senyum Sejak Usia Sebulan 
.Belajar Bahasa Baru Bikin Otak Bugar .
.7 Manfaat Menguasai Bahasa Asing bagi Otak
.Rahasia di Balik Kecerdasan Linguistik Gayatri

KOMPAS.com-Mampu berbicara lebih dari satu bahasa bisa mengasah kemampuan otak seseorang. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan, seseorang yang menguasai dua bahasa atau bilingual, dapat memroses informasi lebih baik. Peneliti dari Universitas Northwestern, Illinois, dan Universitas Houston menggunakan alat pencitraan otak untuk melihat kemampuan dan pemahaman orang-orang bilingual terhadap kata-kata. Peneliti menemukan bahwa mereka yang berbicara lebih dari satu bahasa bisa menyaring kata-kata yang tidak perlu dengan baik.

Sementara itu, mereka yang hanya menguasai satu bahasa, otaknya akan bekerja lebih keras untuk menyaring kata-kata itu. 

Penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Brain and Language inimenggunakan functional magnetic resonance imaging (FMRI). Alat ini menunjukkan bagaimana orang dengan kemampuan menguasai kedua bahasa secara bersamaan bisa memilih bahasa yang tepat saat mendengar lebih dari satu kata.

Mereka meneliti 17 orang yang mampu bahasa Spanyol dan Inggris, dan 18 orang yang hanya menguasai satu bahasa. Para peneliti mengetes mereka dengan memperdengarkan kata "cloud" (awan). Kemudian ditampilkan empat gambar yang terdiri dari awan dan gambar lain yang pengucapannya mirip "cloud", seperti "clown" (badut).

Para peneliti ingin melihat kecepatan otak menangkap kata dengan benar. Hasilnya, orang yang bilingual lebih tepat dibanding yang hanya menguasai satu bahasa. Para peneliti percaya bahwa belajar dua bahasa bisa mengasah kemampuan otak secara terus-menerus.

 http://health.kompas.com/read/2014/11/18/110536723/Menguasai.Lebih.dari.Satu.Bahasa.Bisa.Mengasah.Otak
 
Blogger Templates Ashley Tisdale